PROFIL
Contact
Carousel
BERITA
Prestasi
Internasional
May 2019
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional terus berkomitmen mengikutsertakan siswa-siswa terbaik bangsa untuk mengikuti ajang Olimpiade Internasional.
Kompetisi ini dinilai sangat strategis menemukan bakatbakat terpendam di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, olimpiade juga mampu menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri bangsa Indonesia untuk bersaing di dunia internasional. Ajang ini bahkan menjadi sarana mengomunikasikan Indonesia pada negara lain.
Kemenangan dalam berbagai olimpade dapat menunjukkan kualitas bangsa kita yang sebenarnya sehingga menghilangkan anggapan bahwa Indonesia adalah bangsa kurang dalam ilmu pengetahuan. Di tahun 2018 ini, para peserta olimpiade Internasional asal Indonesia, meraih kemenangan demi kemenangan yang membanggakan.
Salah satunya, dalam Olimpiade Matematika Internasional atau International Mathematical Olympiad (IMO) ke-59 tahun 2018 di Cluj- Napoca, Rumania, pada 4-14 Juli 2018, peserta kita berhasil menyabet enam medali, yang terdiri dari satu medali emas dan lima medali perak.
Medali emas diraih oleh Gian Cordana Sanjaya (siswa SMAK Petra 1 Surabaya), sementara medali perak diraih oleh Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa), Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna Nusantara), Al!an Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa), dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong).
Pada International Biology Olympiad (IBO) ke - 29 yang berlangsung di Teheran, Iran, 15-22 Juli 2018 lalu, Indonesia yang diwakili 4 siswa berhasil membawa pulang 4 medali perak.
Kompetisi International yang diikuti oleh 265 peserta dari 78 negara, merupakan ajang kompetisi bagi pelajar setingkat sekolah menengah di bawah usia 20 tahun dari seluruh dunia yang meliputi tes teori dan praktikum. Keempat siswa peraih medali perak tersebut adalah Syailendra Karuna Sugito (Siswa Kelas XII, SMA Semesta BBS Semarang, Jawa Tengah), Silingga Metta Jauhari (Siswa Kelas XII, SMAN 8 DKI Jakarta), Samuel Kevin Pasaribu (Siswa Kelas XI, SMA Unggul Del, Sumatera Utara), Aditya David Wirawan (Siswa Kelas X SMAK 1 Petra Surabaya, Jawa Timur).
Kemenangan juga diraih pada kompetisi Kimia, yaitu The 50th IChO (International Chemistry Olympiad/IChO) yang ditutup pada 28 Juli 2018 di Rudol!num, Praha, Republik Ceko.
Pada kompetisi itu, siswa Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali emas diraih oleh Ong, Christoper Ivan Wijaya, SMA Kristen YSKI, Semarang, Jawa Tengah Medali Perak diraih oleh Abdullah Muqaddam, MAN Insan Cendekia Serpong, Banten Sementara Medali Perunggu diraih oleh: Rizki Kurniawan, SMAN 1 Kota Metro, Lampung Muhammad Syaiful Islam, SMA Cindera Mata Kota Bekasi, Jawa Barat. Tim Olimpiade Fisika menambah deretan raihan emas beruntun untuk Indonesia dalam kancah olimpiade sains internasional 2018.
Siswa Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dalam kompetisi International Physics Olympiad (IPhO) ke-49 yang digelar di Lisbon, Portugal pada 21-29 Juli 2018. Medali emas untuk Indonesia dipersembahkan oleh Johanes Suhardjo (SMAK Frateran Surabaya).
Medali perak diraih oleh Jason Jovi Brata (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), dan tiga medali perunggu dikumpulkan oleh Ahmad Aufar Thoriq (SMA Semesta BBS Semarang), Bryant Juspi (SMA Darma Yudha Pekanbaru), serta Raditya Adhidarma Nugraha (SMAN 1 Yogyakarta).
Prestasi membanggakan selanjutnya yakni Tim Olimpiade Geogra! yang sukses meraih empat medali yakni dua medali perak dan dua perunggu dalam 15th International Geography Olympiad (IGeO) 2018 di Quebec City, Kanada. Raihan ini berhasil membawa Indonesia naik ke peringkat 9 (sembilan) dunia dari 43 negara kontestan IGeO, setelah sebelumnya pada tahun 2017 Indonesia berada di peringkat ke-12. Dua medali perunggu Indonesia dipersembahkan oleh Fernando (SMA Sutomo 1 Medan) dan M. Nadafa Isnain (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta).
Sedangkan dua perunggu diraih oleh Rizky Amalia Wulandari (SMA Kharisma Bangsa Tangsel) dan Jamal Habibur Rahman (SMA Taruna Nusantara Magelang) Tim Debat Indonesia yang telah berpartisipasi dalam World School Debating Championship (WSDC) atau kejuaraan debat (bahasa Inggris) tingkat dunia tahun 2018 di Zagreb, Kroasia sejak tanggal 17 -27 Juli 2018 lalu juga tampil membanggakan.
Bersaing dengan 66 negara, (60 peserta, 6 pengamat) tim Indonesia melewati 8 babak penyisihan. Tim Indonesia diwakili oleh Muhammad Zufar Farhan Zuhdi (Kelas XII, SMAN 8 Yogyakarta), Kelly Laurecia (Kelas XI, SMAK 1 Penabur Jakarta), Evelyn Mulyono (Kelas XII, SMAK Immanuek Pontianak), Cassia Tandiono (Kelas X SPH Kemang Village), dan Swanny Wijaya (Kelas XI SMA Sutomo 1 Medan).
Kado Kemerdekaan RI
Terkait prestasi gemilang ini, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Drs. Purwadi Sutanto menyatakqn apresiasi yang tinggi. Kemenangan ini menurutnya menjadi bukti bahwa pelajar-pelajar Indonesia potensial dan tidak kalah dengan pelajar lain dari negara-negara maju dunia.
Kompetisi ini dinilai sangat strategis menemukan bakatbakat terpendam di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, olimpiade juga mampu menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri bangsa Indonesia untuk bersaing di dunia internasional. Ajang ini bahkan menjadi sarana mengomunikasikan Indonesia pada negara lain.
Kemenangan dalam berbagai olimpade dapat menunjukkan kualitas bangsa kita yang sebenarnya sehingga menghilangkan anggapan bahwa Indonesia adalah bangsa kurang dalam ilmu pengetahuan. Di tahun 2018 ini, para peserta olimpiade Internasional asal Indonesia, meraih kemenangan demi kemenangan yang membanggakan.
Baca Juga:
Salah satunya, dalam Olimpiade Matematika Internasional atau International Mathematical Olympiad (IMO) ke-59 tahun 2018 di Cluj- Napoca, Rumania, pada 4-14 Juli 2018, peserta kita berhasil menyabet enam medali, yang terdiri dari satu medali emas dan lima medali perak.
Medali emas diraih oleh Gian Cordana Sanjaya (siswa SMAK Petra 1 Surabaya), sementara medali perak diraih oleh Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa), Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna Nusantara), Al!an Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa), dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong).
Pada International Biology Olympiad (IBO) ke - 29 yang berlangsung di Teheran, Iran, 15-22 Juli 2018 lalu, Indonesia yang diwakili 4 siswa berhasil membawa pulang 4 medali perak.
Kompetisi International yang diikuti oleh 265 peserta dari 78 negara, merupakan ajang kompetisi bagi pelajar setingkat sekolah menengah di bawah usia 20 tahun dari seluruh dunia yang meliputi tes teori dan praktikum. Keempat siswa peraih medali perak tersebut adalah Syailendra Karuna Sugito (Siswa Kelas XII, SMA Semesta BBS Semarang, Jawa Tengah), Silingga Metta Jauhari (Siswa Kelas XII, SMAN 8 DKI Jakarta), Samuel Kevin Pasaribu (Siswa Kelas XI, SMA Unggul Del, Sumatera Utara), Aditya David Wirawan (Siswa Kelas X SMAK 1 Petra Surabaya, Jawa Timur).
Kemenangan juga diraih pada kompetisi Kimia, yaitu The 50th IChO (International Chemistry Olympiad/IChO) yang ditutup pada 28 Juli 2018 di Rudol!num, Praha, Republik Ceko.
Pada kompetisi itu, siswa Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali emas diraih oleh Ong, Christoper Ivan Wijaya, SMA Kristen YSKI, Semarang, Jawa Tengah Medali Perak diraih oleh Abdullah Muqaddam, MAN Insan Cendekia Serpong, Banten Sementara Medali Perunggu diraih oleh: Rizki Kurniawan, SMAN 1 Kota Metro, Lampung Muhammad Syaiful Islam, SMA Cindera Mata Kota Bekasi, Jawa Barat. Tim Olimpiade Fisika menambah deretan raihan emas beruntun untuk Indonesia dalam kancah olimpiade sains internasional 2018.
Siswa Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dalam kompetisi International Physics Olympiad (IPhO) ke-49 yang digelar di Lisbon, Portugal pada 21-29 Juli 2018. Medali emas untuk Indonesia dipersembahkan oleh Johanes Suhardjo (SMAK Frateran Surabaya).
Medali perak diraih oleh Jason Jovi Brata (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), dan tiga medali perunggu dikumpulkan oleh Ahmad Aufar Thoriq (SMA Semesta BBS Semarang), Bryant Juspi (SMA Darma Yudha Pekanbaru), serta Raditya Adhidarma Nugraha (SMAN 1 Yogyakarta).
Prestasi membanggakan selanjutnya yakni Tim Olimpiade Geogra! yang sukses meraih empat medali yakni dua medali perak dan dua perunggu dalam 15th International Geography Olympiad (IGeO) 2018 di Quebec City, Kanada. Raihan ini berhasil membawa Indonesia naik ke peringkat 9 (sembilan) dunia dari 43 negara kontestan IGeO, setelah sebelumnya pada tahun 2017 Indonesia berada di peringkat ke-12. Dua medali perunggu Indonesia dipersembahkan oleh Fernando (SMA Sutomo 1 Medan) dan M. Nadafa Isnain (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta).
Sedangkan dua perunggu diraih oleh Rizky Amalia Wulandari (SMA Kharisma Bangsa Tangsel) dan Jamal Habibur Rahman (SMA Taruna Nusantara Magelang) Tim Debat Indonesia yang telah berpartisipasi dalam World School Debating Championship (WSDC) atau kejuaraan debat (bahasa Inggris) tingkat dunia tahun 2018 di Zagreb, Kroasia sejak tanggal 17 -27 Juli 2018 lalu juga tampil membanggakan.
Bersaing dengan 66 negara, (60 peserta, 6 pengamat) tim Indonesia melewati 8 babak penyisihan. Tim Indonesia diwakili oleh Muhammad Zufar Farhan Zuhdi (Kelas XII, SMAN 8 Yogyakarta), Kelly Laurecia (Kelas XI, SMAK 1 Penabur Jakarta), Evelyn Mulyono (Kelas XII, SMAK Immanuek Pontianak), Cassia Tandiono (Kelas X SPH Kemang Village), dan Swanny Wijaya (Kelas XI SMA Sutomo 1 Medan).
Kado Kemerdekaan RI
Terkait prestasi gemilang ini, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Drs. Purwadi Sutanto menyatakqn apresiasi yang tinggi. Kemenangan ini menurutnya menjadi bukti bahwa pelajar-pelajar Indonesia potensial dan tidak kalah dengan pelajar lain dari negara-negara maju dunia.
KOMPAS.com - Sekali lagi, SMA Indonesia meraih penghargaan di ajang Internasional. Kali ini delegasi Indonesia meraih medali emas dalam ajang "International High Schools Arts Festival 2018" yang diadakan di Tokyo Jepang, 5-10 Agustus 2018. Kegiatan ini diselenggarakan oleh The International Foundation for Arts and Culture (IFAC) dan telah memasuki tahun ke-19. Kompetisi ini bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas di bidang seni khususnya poster, lukisan dan kaligrafi, serta menambah pengalaman seni dan budaya untuk para siswa pendidikan menengah lintas negara. 1. Hasil seleksi FLS2N 2017 Kompetisi tahun ini diikuti oleh 18 negara dari 3 benua untuk kategori poster dan lukisan. Selain kategori tersebut, ada juga kategori lain untuk seni dan budaya Jepang berupa kaligrafi yang diikuti seluruh Provinsi di Jepang. Untuk kategori poster dan lukisan, setiap negara maksimal memilih 6 nominasi karya terbaik untuk dikirim ke pihak IFAC. Setiap negara kemudian diundang hadir pada acara pameran dan penganugerahan pemenang. Baca juga: Bersaing 90 Negara, Siswa Indonesia Raih Emas Olimpiade Fisika Dunia Enam nominasi karya terbaik Indonesia yang dikirim merupakan pemenang dari kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2017 yang diselenggarakan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Karya perwakilan setiap negara dipamerkan bersama karya kaligrafi dari siswa SMA Jepang di National Art Center Tokyo. Upacara penganugerahan pemenang diadakan pada tanggal 8 Agustus 2018 di ballroom hotel Ritz Carlton Tokyo. 2. Meraih medali emas Delegasi Indonesia bersama Duta Besar RI untuk Jepang, Eko Junor.(Dok. Kemendikbud) Delegasi Indonesia meraih 1 medali emas pada kompetisi ini. Delegasi Indonesia terdiri dari Mujahid Afif A.E. dari SMAN Modal Bangsa Aceh sebagai peserta dan Robin Kristian dari Direktorat Pembinaan SMA sebagai pendamping. “Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia, alhamdulillah saya meraih 1 medali emas di ajang yang bergengsi ini. Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah memilih dan memberangkatkan saya ke Jepang," kata Afif. Afif berharap kegiatan dapat terus dilanjutkan karena ia merasa kompetisi ini, baik di bidang seni, sains maupun olahraga, sangat bermanfaat, bukan untuk jangka pendek tetapi jangka panjang ke depan. Purwadi Sutanto, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan Indonesia merasa bangga dan terhormat dapat mengikuti ajang seperti ini. "Selain di bidang sains, kita harus mengembangkan bidang lain seperti seni budaya dan juga olahraga sesuai dengan prinsip olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga," jelas Purwadi. 3. Tidak kalah dengan Eropa dan Amerika Delegasi Indonesia saat tiba di tanah air dijemput langsung oleh Suharlan Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud (10/8/2018)(Dok. kemendikbud) Purwadi menambahkan, kegiatan ini harus dipandang bukan hanya sebagai kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persahabatan tetapi juga dapat memajukan kerjasama global untuk pembangunan pendidikan, seni dan budaya dunia yang berkualitas dan berkelanjutan. Suharlan, Kasubdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud menyampaikan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain seperti dari benua Eropa dan Amerika. "Buktinya Indonesia bisa berbicara dengan meraih medali emas pada kompetisi yang diselenggarakan oleh IFAC. Oleh karena itu, kompetisi seperti ini perlu kita pertahankan dan kita tingkatkan lebih baik lagi, baik dari segi seleksi maupun pembinaan di tingkat nasional," kata Suharlan. Selain kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal sejarah, seni dan kebudayaan Jepang dengan mengunjungi tempat kerajinan tradisional Jepang, beberapa kuil bersejarah dan museum. Delegasi Indonesia telah kembali ke tanah air dan disambut langsung Kasubdit Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA, Suharlan (10/8/2018).
Sebenarnya, apa itu motivasi? Pengertian Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.
Secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “motivation”, yang artinya “daya batin” atau “dorongan”. Sehingga pengertian motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong atau menggerakkan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu dengan tujuan tertentu.
Motivasi bisa datang dari dalam diri sendiri ataupun dari orang lain. Dengan adanya motivasi maka seseorang dapat mengerjakan sesuatu dengan antusias.
Baca juga: Pengertian Konsep Diri
Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti motivasi, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian motivasi menurut para ahli:
1. Weiner
Menurut Weiner (dikutip Elliot et al.) pengertian motivasi adalah kondisi internal yang membangkitkan seseorang untuk bertindak, mendorong individu mencapai tujuan tertentu, dan membuat individu tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.
2. Uno
Menurut Uno, arti motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan.
3. Henry Simamora
Menurut Henry Simamora pengertian motivasi adalah sebuah fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang dikehendaki.
4. A. Anwar Prabu Mangkunegara
Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara definisi motivasi adalah suatu kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja.
5. G. R. Terry
Menurut G. R. Terry pengertian motivasi adalah sebuah keinginan yang ada pada diri seseorang yang merangsangnya untuk melakukan berbagai tindakan.
Baca juga: Pengertian Stress
Jenis-Jenis Motivasi
Ada banyak hal yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu di dalam hidupnya. Namun, secara umum ada dua jenis motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
1. Motivasi Intrinsik
Pengertian motivasi intrinsik adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu, yang disebabkan oleh faktor dorongan yang berasal dari dalam diri sendiri tanpa dipengaruhi orang lain karena adanya hasrat untuk mencapai tujuan tertentu.
Contoh, seseorang termotivasi untuk bekerja agar mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
2. Motivasi Ekstrinsik
Definisi motivasi ekstrinsik adalah keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu yang disebabkan oleh faktor dorongan dari luar diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan yang menguntungkan dirinya.
Contoh, seseorang termotivasi untuk bekerja lebih giat karena adanya peluang yang diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan karir kepada pegawai berprestasi.
Apa yang dimaksud dengan pendidikan? Secara umum, pengertian pendidikanadalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu genereasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian.
Ada juga yang mengatakan definisi pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan secara sistematis dalam mewujudkan suasana belajar-mengajar agar para peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan adanya pendidikan maka seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
Dalam bahasa Inggris, kata pendidikan disebut dengan Education dimana secara etimologis kata tersebut berasal dari bahasa Latin, yaitu Eductum. Kata Eductumterdiri dari dua kata, yaitu E yang artinya perkembangan dari dalam keluar, dan Ducoyang artinya sedang berkembang. Sehingga secara etimologis arti pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.
Jadi, secara singkat pengertian pendidikan adalah suatu proses pembelajaran kepada peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan membuatnya menjadi seorang manusia yang kritis dalam berpikir.
Baca juga: Pendidikan Karakter
Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti pendidikan, kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:
1. Ki Hajar Dewantara
Menurut Ki Hajar Dewantara, pengertian pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
2. Martinus Jan Langeveld
Menurut Martinus Jan Langeveld, pengertian pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.
3. Ahmad D. Marimba
Menurut Ahmad D. Marimba, pengertian pendidikan adalah adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.
4. Stella Van Petten Henderson
Menurut Stella Van Petten Henderson, arti pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.
5. Carter V. Good
Menurut Carter V. Good, pengertian pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.
6. Undang-Undang Republik Indonesia
Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca juga: Manajemen Pendidikan
Tujuan Pendidikan

Secara umum, tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi di dalam diri para peserta didik. Dengan pertumbuhan kecerdasan dan potensi diri maka setiap anak bisa memiliki ilmu pengetahuan, kreativitas, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang baik, mandiri, dan menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab.
Tujuan pendidikan juga disebutkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia, diantaranya:
1. UU No. 2 Tahun 1985
Tujuan pendidikan menurut UU No. 2 Tahun 1985 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya, yaitu bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, memiliki budi pekerti luhur, mandiri, kepribadian yang mantap, dan bertanggungjawab terhadap bangsa.
2. UU. No. 20 Tahun 2003
Menurut UU. No.20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
3. MPRS No. 2 Tahun 1960
Menurut MPRS No. 2 Tahun 1960, tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berjiwa Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 945.
Baca juga: Psikologi Pendidikan
Fungsi Pendidikan

Secara umum, fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, kepribadian, agar peserta didik menjadi pribadi yang bermartabat.
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan dan kaitannya dengan fungsi pendidikan adalah sebagai berikut:
- Mempersiapkan setiap anggota masyarakat agar dapat mencari nafkah sendiri.
- Membangun mengembangkan minat dan bakat seseorang demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat umum.
- Membantu melestarikan kebudayaan yang ada di masyarakat.
- Menanamkan keterampilan yang dibutuhkan dalam keikutsertaan dalam demokrasi.
Sedangkan menurut David Popenoe, fungsi pendidikan adalah:
- Untuk mentransfer atau pemindahan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
- Memilih dan mendidik manusia tentang peranan sosial.
- Memastikan terjadinya integrasi sosial di masyarakat.
- Lembaga pendidikan mengajarkan corak kepribadian.
- Menjadi sumber-sumber inovasi sosial di masyarakat.
Baca juga: Pengertian Informasi
Jenis-Jenis Pendidikan

Mengacu pada pengertian pendidikan di atas, terdapat tiga jenis pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Informal.
1. Pendidikan Formal
Pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan memiliki jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), pendidikan atas (SMA), dan pendidikan tinggi (Universitas).
Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal:
- Taman Kanak-kanak (TK)
- Raudatul Athfal (RA)
- Sekolah Dasar (SD)
- Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Madrasah Tsanawiyah (MTs)
- Sekolah Menengah Atas (SMA)
- Madrasah Aliyah (MA)
- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
- Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
- Perguruan Tinggi
- Akademi
- Politeknik
- Sekolah Tinggi
- Institut
- Universitas
2. Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang bisa dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur. Jenis pendidikan ini bisa disetarakan dengan hasil program pendidikan formal melalui proses penilaian dari pihak yang berwenang.
Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan non formal:
- Kelompok bermain (KB)
- Taman penitipan anak (TPA)
- Lembaga kursus
- Sanggar
- Lembaga pelatihan
- Kelompok belajar
- Pusat kegiatan belajar masyarakat
- Majelis taklim
3. Pendidikan Informal
Pendidikan informal adalah jenis pendidikan yang berasal dari keluarga dan lingkungan dimana peserta didiknya dapat belajar secara mandiri.
Beberapa yang termasuk di dalam pendidikan informal adalah;
- Agama
- Budi pekerti
- Etika
- Sopan santun
- Moral
- Sosialisasi
Baca juga: Administrasi Pendidikan
Di atas tadi adalah penjelasan ringkas mengenai pengertian pendidikan, tujuan, fungsi, dan beberapa jenis pendidikan yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu.
PROFIL SMA SWASTA GKPS 1 PAMATANG RAYA
1964 s/d 2010
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu mengelola sumber daya alam dalam memberi layanan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, hamper semua lembaga pendidikan berusaha meningkatkan kualitas pendidikan yang dimilikinya, termasuk layanan Pendidikan Gereja Kristen Protestan Simalungun (YP-GKPS).
Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari kemampuan atau kompetensi yang dimiliki lulusan lembaga pendidikan, sehingga yayasan pendidikan Gereja Kristen Protestan Simalungun mendirikan sekolah tikat menengah disimalungun khususnya di Pamatang Raya pada Tahun 1960 yaitu Sekolah Menengah Atas Gereja Kristen Protestan Simalungun (SMA BERSUBSIDI GKPS 1 PAMATANG RAYA). Sekolah memiliki tugas untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal menjadi kemampuan untuk hidup di masyarakat dn mensejahterakan masyarakat. Setiap peserta didik memiliki potensi dan sekolah harus mengetahui potensi yang dimiliki peserta didik. Selanjutnya sekolah merancang pengalaman belajar yang harus diikuti peserta didik agar memiliki kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian potensi peserta didik akan berkembang secara optimal.
Pada dasarnya peningkatan kualitas pendidikan berbasis pada sekolah. Sekolah merupakan basis peningkatan kualitas, karena sekolah lebih mengetahui masalah yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah berfungsi sebagai unit yang mengembangkan kurikulum, strategi pembelajaran, dan system penilaian. Dengan demikian sekolah merupakan basis peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu penerapan berbasis sekolah yakni SMA SWASTA GKPS 1 Pamatang Raya merupakan usaha memberdayakan potensi yang ada di sekolah dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan.
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA
SMA SWASTA GKPS 1 PAMATANG RAYA
SMA BERSUBSIDI GKPS 1 Pamatang Raya berdiri sejak Tahun 1960, (bertempat di SMP Swasta GKPS 1 Pematang Raya Sekarang), kemudian pada Tahun 1964 SMA GKPS 1 Pamatang Raya pindah ke Sondi Raya, yang mana tanah lokasi yang ada di Sondi Raya disumbangkan masyarakat Sondi Raya seluas ± 8 Hektar.
Siswa angkatan pertama SMA BERSUBSIDI GKPS 1 Pamatang Raya pada Tahun 1960 berjumlah 19 Orang, perempuan 8 Orang dan laki-laki 11 Orang yang mana pada saat itu kepala sekolah Bapak Drs. JUTAM PURBA (Alm). Beliau memimpin SMA GKPS 1 Pamatang Raya selama 7 (Tujuh) Tahun dari Tahun 1960 s/d 1966. Selama 7 Tahun beliau menammatkan siswa-siswi sebanyak 362 Orang.
Pada Tahun 1967 kepemimpinan Drs. JUTAM PURBA (Alm) berakhir, digantikan oleh Bapak Drs. RUBEN SARAGIH (Alm). Beliau kepala sekolah SMA BERSUBSIDI GKPS 1 Pamatang Raya selama 27 Tahun (1967 s/d 1944), selama kepemimpinan beliau SMA BERSUBSIDI GKPS 1 Pamatang Raya terus mengalami perkembangan, baik di bidang kualitas dan kwantitas, dan pada Tahun 1993 sekolah ini memperoleh Akreditas nilai A sehingga status sekolah berubah menjadi status DISAMAKAN oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah Sekolah Swasta, menjadi SMA SWASTA GKPS 1 PAMATANG RAYA, bahkan pada Tahun 1987 / 1988 jumlah siswa mencapai 923 orang yang terdiri dari : Kelas I : 288 Orang, dan kelas II : 374 Orang serta kelas III : 261 Orang. Pembangunan sarana dan prasarana berkembang pesat. Selama 27 Tahun beliau menammatkan siswa – siswai sebanyak 5.595 Orang. Tahun 1994 Bapak Drs. Ruben Saragih memasuki masa pensiunan PNS, dan digantikan oleh Bapak Drs. BARIS SARAGIH, sehingga terhitung mulai dari Tahun 1994 s/d 2003 SMA GKPS 1 Pamatang Raya dipimpin oleh Bapak Drs. Baris Saragih. Masa kepemimpinannya selama 9 Tahun. Berdirinya SMA NEGERI 1 RAYA membuat persaingan yang tidak terelakkan, orangtua murid lebih terambisi menyekolahkan anaknya kestatus Negeri karena biaya pendidikannya relative lebih murah karena ekonomi orang tua siswa kebanyakan golongan ekonomi lemah, sehingga grafik jumlah siswa SMK GKPS 1 Pamatang Rayanaik turun. (Bapak Drs. Ruben Saragih). Hal inilah tantangan yang dihadapi para kepala-kepala sekolah selanjutnya, karena SMA GKPS 1 Pamatang Raya tidak mampu bersaing didukung kurangnya dana di pendidikan SMA GKPS 1 Pamatang Raya.
Pada Tahun 2003 Bapak Drs. Baris Saragih memasuki masa pensiunan dan digantikan oleh Bapak ANTON SINAGA, S.Pd terhitung 2003 s/d Sekarang (2010/2011). Sebagai tantangan nyata yang tidak terelakkan saat ini berkembang pesatnya IPTEK dalam penyempurnaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap harinya, dimana sekolah kita belum memiliki mobiler IPTEK yang sempurna, membuat niat para siswa tematan SMP sangat minim untuk membina ilmu disekolah kita SMA GKPS 1 Pamatang Raya.
Demikian kami sampaikan sejarah singkat berdirinya serta perkembangan sekolah SMA GKPS 1 Pamatang Raya.
Subscribe to:
Comments
(
Atom
)
Popular Posts
-
PROFIL
PROFIL SMA SWASTA GKPS 1 PAMATANG RAYA 1964 s/d 2010 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa...








